An Nahl

Pelatihan Revitalisasi Kinerja KSPPS An Nahl Berkah Jatim Digelar di Trawas

KSPPS An Nahl Berkah Jatim menggelar Pelatihan Revitalisasi Kinerja dan Penguatan Kelembagaan pada Sabtu–Ahad, 10–11 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Villa Anugrah, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Pelatihan diikuti 55 peserta yang terdiri dari pengurus, pengelola, dan karyawan. Agenda ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan menata kembali struktur organisasi koperasi.


Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya internal KSPPS An Nahl Berkah Jatim dalam merespons tantangan pengelolaan koperasi syariah yang semakin kompleks. Penyelenggara menekankan pentingnya peningkatan keterampilan manajerial dan keselarasan peran antarstruktur organisasi agar kinerja koperasi berjalan lebih efektif.

Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan terkait revitalisasi kinerja kelembagaan, penguatan tata kelola, serta penajaman fungsi pengurus dan pengelola. Materi disampaikan secara bertahap melalui pemaparan, diskusi, dan evaluasi bersama. Pola ini dipilih untuk mendorong keterlibatan aktif peserta dalam mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan solusi yang aplikatif.

Narasumber utama pelatihan, HM Sholeh Wafie S.E., M.E., menegaskan bahwa penguatan kelembagaan harus dimulai dari kesamaan pemahaman dan komitmen bersama. “Koperasi syariah hanya akan berjalan sehat jika pengurus dan pengelola memahami perannya masing-masing dan menjalankannya secara amanah,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia menambahkan, peningkatan keterampilan sumber daya manusia perlu dibarengi dengan perbaikan struktur organisasi. Menurutnya, struktur yang jelas akan mempermudah pengambilan keputusan dan pengawasan internal. “Struktur yang rapi akan berdampak langsung pada kualitas layanan dan keberlanjutan koperasi,” kata Sholeh.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Pasuruan, Eko S. Budiono. Dalam kesempatan tersebut, Eko menyampaikan pentingnya koperasi menjaga kepatuhan terhadap prinsip tata kelola yang baik. Ia menilai pelatihan semacam ini relevan untuk meningkatkan profesionalisme pengelola koperasi di daerah. “Penguatan kapasitas pengurus dan karyawan merupakan fondasi penting bagi koperasi agar tetap adaptif dan akuntabel,” ujarnya.

Selain sesi materi, peserta mengikuti forum diskusi yang membahas evaluasi kondisi internal dan arah pengembangan organisasi. Diskusi diarahkan pada perumusan langkah perbaikan yang realistis dan sesuai dengan kebutuhan koperasi. Hasil diskusi ini diharapkan menjadi bahan tindak lanjut setelah pelatihan berakhir.

Penyelenggara mencatat bahwa antusiasme peserta cukup tinggi sepanjang kegiatan. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Pelatihan juga menjadi ruang konsolidasi antarunsur koperasi untuk menyamakan visi dan strategi kerja ke depan.


KSPPS An Nahl Berkah Jatim berencana menindaklanjuti hasil pelatihan dengan evaluasi internal dan penyesuaian struktur kerja secara bertahap. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja kelembagaan dan kualitas pelayanan kepada anggota. Informasi lebih lanjut terkait kegiatan koperasi dapat diakses melalui kanal resmi KSPPS An Nahl Berkah Jatim.

Scroll to Top